Monday, November 01, 2010

GURU SEBAGAI SUPERVISOR

Supervisi pendidikan merupakan salah satu komponen dalam administrasi pendidikan selain dari kepemimpinan. Secara umum, bidang supervisi pendidikan bertugas memperbaiki cara guru dan siswa dalam belajar, meningkatkan mutu serta penggunaan pelajaran dan sebagainya. Maka dari itu seorang supervisor harus memiliki beberapa keterampilan dan kompetensi tertentu yang dibutuhkan dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Wiles (1953:3) supervisi adalah sebuah aktivitas pelayanan yang bermanfaat untuk membantu guru dalam menjalankan tugasnya agar hasil pekerjaannya semakin baik. Sedangkan menurut Boardman et.al (1953:5) supervisi adalah sebuah upaya untuk menstimulasikan, mengkoordinasikan, dan mengarahkan perkembangan secara berkelanjutan kepada guru di sekolah baik secara individu maupun secara kolektif pada agar para guru mengetahui lebih mendalam dan bekerja lebih efektif sehingga mereka dapat menstimulasi dan mengarahkan kepada setiap siswa dalam rangka partisipasi di masyarakat modern.

Berdasarkan atas pendapat tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa supervisi pendidikan adalah sebuah upaya untuk mengawasi, memperbaiki, dan mengevaluasi kinerja guru di sekolah baik secara langsung maupun tidak langsung yang dilakukan oleh pimpinan sekolah maupun dengan guru yang lain agar kinerja guru dalam sekolah lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pada waktu beberapa tahun yang lalu banyak sekolah yang memakai manajemen sekolah yang berbasis sentralistik. Maka dari itu tugas supervisor dilakukan oleh sebuah jabatan eksternal bernama Penilik Sekolah. Penilik Sekolah bertugas sesuai dengan pengertian supervisi pendidikan itu sendiri. Pelaksanaan supervisi seperti ini tidak efektif karena penilik sekolah kurang mengetahui keadaan sekolah dan keadaan guru sehingga hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh penilik sekolah kurang efektif. Padahal hasil evaluasi tersebut digunakan oleh pimpinan sekolah sebagai salah satu bahan perbandingan dalam menentukan kebijakan sekolah selanjutnya.

Saat ini telah dikembangkan suatu manajemen sekolah yang dapat meningkatkan mutu sekolah yaitu Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Dalam MPMBS, sekolah mendapat otonomi dalam segala aspek sampai sekecilnya dan manajemen ini menuntut untuk mengambil keputusan secara partisipatif dari semua warga sekolah berkaitan dengan arah kebijakan sekolah ke depan. Berdasarkan pengertian tersebut kita dapat menentukan bahwa supervisi pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah yang memakai MPMBS ini dilakukan oleh pihak internal sekolah sendiri baik oleh guru maupun oleh kepala sekolah. Sehingga hasil evaluasi supervisi pendidikan lebih efektif dan akurat daripada supervisi sekolah yang memakai manajemen sentralistik.


Dalam supervisi pendidikan terdapat beberapa prinsip yang harus dilakukan dan dihindari. Prinsip yang harus dilakukan adalah prinsip positif sedangkan pronsip yang harus dihindari adalah prinsip yang negatif. 

1. Prinsip Positif
  1. Supervisi dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif
Dalam prinsip ini, supervisor dituntut untuk melaksanakan tugasnya secara demokratis, memberi kesempatan kepada warga sekolah yang lain untuk memberi pendapat, perasaan, dan pikiran mereka dan keputusan yang diambil merupakan kesepakatan bersama bukan kesepakatan satu pihak sehingga tercipta kerjasama yang baik antara pemimpin sekolah dengan guru dan warga sekolah yang lain.
  1. Supervisi bersifat kreatif dan konstruktif
Dalam kinerjanya, seorang supervisor harus dapat menjadi teladan yang baik bagi guru dan warga sekolah yang lainnya. Selain itu supervisor harus dapat melihat kelebihan dan kekurangan guru. Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan guru seorang supervisor harus berusaha mengembangkan kelebihan tersebut dan berusaha meminimalisasi kekurangan tersebut melalui berbagai pertemuan yang melibatkan para guru untuk dicari jalan yang terbaik.
  1. Supervisi harus scientific dan efektif
Dalam pertemuan yang melibatkan guru dalam pembahsan masalah yang dihadapi seorang supervisor harus dapat bersikap ilmiah dalam menarik kesimpulan dengan berbagai langkah dalam struktur berpikir secara ilmiah di dalam pertemuan dan para pihak yang terlibat dalam pertemuan tersebut harus dapat mengakui keputusan yang telah dibuat. Supervisi pendidikan dapat mengkoordinasi teori dan praktik. Seorang supervisor berusaha memperbaiki metode dan pendekatan guru dalam pelaksanaan tugasnya di sekolah sehingga pembelajaran menjadi semakin efektif.
  1. Supervisi harus dapat memberi perasaan aman kepada guru
Guru harus dapat memahami tugas seorang supervisor bukan untuk mencari kesalahan melainkan memperbaiki kesalah yang kemudian dibicarakan dalam pertemuan untuk dicari jalan keluarnya. Hubungan antara guru dan supervisor adalah hubungan secara kekeluargaan yang senantiasa saling membantu dan memecahkan masalah yang dihadapi. Sehingga akan terpupuk perasaan aman pada setiap individu karena para guru tidak merasa tertekan dan bebas mengeluarkan segala pendapat mereka.
  1. Supervisi harus berdasarkan kenyataan
Supervis yang dilaksanakan terhadap guru dan siswa harus didasarkan pada keadaan yang sebenarnya sehingga data yang diambil merupakan data yang menggambarkan keadaan terbaru di sekolah.
  1. Supervisi harus memberi kesempatan kepada supervisor dan guru untuk mengadakan self evaluation
Agar pelayanan supervisi mendatangkan manfaat yang berharga baik dari kepala sekolah, guru, dan warga sekolah yang lain maka terlebih dahulu mengembangkan dirinya terlebih dahulu melalui self evaluation. Dengan metode ini maka baik supervisor maupun guru dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya dan dapat mengukur seberapa jauh kemampuannya. Kemudian mereka dapat memperbaiki kekurangannya sekaligus mengembangkan kelebihannya. 
  1. Seorang supervisor tidak boleh bersifat otoriter
Dalam prinsip ini seorang supervisor dilarang untuk terlalu sentralistik sehingga cenderung mengarah kepada otoriter. Apabila hal ini dilakukan maka akan berdampak timbulnya gap antara supervisor dan guru serta warga sekolah yang lainnya sehingga menghambat koordinasi antar jabatan.
  1. Seorang supervisor bukan inspektur
Inspektur disini mempunyai pengertian memeriksa para guru apakah peraturan dan instruksi yang telah diberikan dilaksanakan atau tidak. Hal ini akan berdampak timbulnya perasaan tertekan dari guru dan akan menghambat kinerja pembelajaran.
  1. Supervisor tidak boleh menganggap tinggi dirinya
Apabila seseorang diberi kekuasaan secara berlebih maka cenderung akan merasa tinggi hati atau sombong. Sikap inilah yang harus dihindari oleh supervisor karena dalam supervisi pendidikan dituntut untuk menjalin kerjasama dan apabila hal ini tetap dilakukan maka supervisor akan merasa ditinggalkan oleh para guru dan warga sekolah.
  1. Supervisor tidak boleh mencari kesalahan
Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang pasti terdapat kekurangan dan kesalahan akibat kelalaian atau ketidakpahaman. Seorang supervisor hendaknya tidak mencari kesalahan terhadap guru apalagi kesalahan yang dilakukan relatif kecil. Langkah yang benar adalah membicarakan bersama latar belakang terjadinya masalah tersebut kemudian dicari jalan keluar yang terbaik.
  1. Supervisor tidak boleh terlalu mendetil dalam cara guru mengajar
Dalam menganalisis cara guru belajar, seorang supervisor hendaknya menghindari sikap yang terlalu memperhatikan hal-hal yang kecil. Supervisor hendaknya melihat kinerja secara keseluruhan tanpa menghindari hal-hal kecil yang penting selama tidak berlebihan.
  1. Supervisor tidak boleh mudah kecewa
Apabila sesorang menemui sebuah kegagalan setelah berusaha maka normal dia akan merasa kecewa tapi tidak wajar apabila merasa kecewa berkepanjangan. Supervisor sebagai pimpinan dalam sekolah hendaknya meminimalisasi sifat mudah kecewa yang berlebihan ini. Apabila terjadi maka supervisor akan merasa terpaku pada masalah yang sama padahal masalah yang dihadapi akan terus datang seirning berjalannya waktu. 

Supervisi pendidikan secara teori dapat meningkatkan kemungkinan efektivitas dan efisiensi kinerja guru. Dalam manajemen sekolah yang modern (dalam hal ini MPMBS) istilah supervisor tidak harus digambarkan oleh seorang pimpinan sekolah atau kepala sekolah. Guru juga dapat menjadi seorang supervisor terhadap guru yang lain secara tidak langsung. Peran guru dalam pelaksanaan supervisi pendidikan adalah sebagai berikut.
  1. Memberikan sumbangan berupa pikiran, ide, maupun pendapat mengenai pelaksanaan supervisi
Guru sebagai pelaksana langsung supervisi pendidikan mengetahui bagaimana karakteristik praktik supervisi pelaksanaan yang mempunyai hal-hal yang perlu dibenahi atau kurang cocok. Oleh karena itu seorang guru dapat memberikan sebuah pendapat kepada supervisor dalam pelaksanaan supervisi pendidikan.
  1. Guru sebagai pelaksana supervisi
Seperti yang telah dijelaskan bahwa guru dapat menjadi supervisor bagi guru yang lain secara tidak langsung. Misalnya, seorang guru secara tidak langsung melihat cara mengajar guru di kelas sebelah, kemudian dicari kekurangan dan kelebihan guru yang mengajar tersebut kemudian hal tersebut dibicarakan baik dalam suatu pertemuan yang formal maupun informal.
  1. Membantu pihak sekolah mensosialisasikan supervisi kepada orang tua siswa
Ada kalanya pelaksanaan supervisi mempunyai dampak terhadap proses pembelajaran siswa karena kinerja guru yang semakin terlatih dengan berbagai pendekatan dan metode-metode yang modern akibat hasil dari supervisi tersebut. Guru secara tidak langsung juga dianjurkan untuk menjelaskan perubahan ini kepada orang tua siswa agar mereka mandapatkan informasi dari supervisi tersebut kemudian mencoba dihubungkan dengan hasil pembelajaran siswa apakah sudah sesuai atau belum.
  1. Sebagai salah satu bahan pertimbangan supervisor dalam melakukan pembaharuan
Dalam hal ini supervisor dipegang oleh kepala sekolah. Guru sebagai subyek dalam pelaksanaan supervisi sudah pasti mengalami setiap proses dalam pelaksanaan supervisi yang kemudian menghasilkan sesuatu baik bersifat nyata maupun abstrak sebagai hasil dari pelaksanaan supervisi tersebut. Dari hasil tersebut supervisor dapat mengetahui sejauh mana upaya supervisi tersebut dapat mencapai sasaran kemudian supervisor dapt melakukan berbagai pembaharuan terhadap supervisi tersebut guna mengoptimalkan pelaksanaan supervisi.
  1. Menjelaskan supervisi pendidikan kepada siswa
Supervisi pendidikan merupakan upaya pelayanan kepada guru agar kinerja guru semakin baik. Hal tersebut bisa menjadi pengetahuan tersendiri bagi siswa karena supervisi tidak hanya dilakukan di sekolah tapi dilakukan di setiap organisasi. Guru dapat menjelaskan tentang proses supervisi pendidikan di institusi tempatnya berkarya kepada para siswa sebagai bahan pengayaan bagi siswa. 

Supervisor pada dasarnya dapat dilakukan oleh siapa saja dalam suatu organisasi. Kita sering mendengar jabatan supervisor dipakai oleh atasan atau jabatan fungsional yang lain dalam suatu organisasi termasuk institusi pendidikan seperti sekolah. Tapi dalam manajemen modern tugas supervisor dapat dilakukan oleh anggota suatu organisasi secara tidak langsung dan tidak formal begitu juga dalam sekolah. Tapi pelaksanaan tugas supervisor oleh guru mempunyai batasan tertentu. Tugas supervisor yang dapat dilakukan antara lain.
  1. Guru sebagai contoh
Guru sebagai contoh mempunyai pengertian bahwa salah satu guru mempunyai kelebihan atau karakteristik yang beda dari guru yang lain. Karakteristik tersebut dapat menjadi teladan bagi guru yang lain dengan catatan bahwa karakteristik tersebut bersifat positif. Dengan begitu secara tidak sadar, guru yang dijadikan contoh tersebut menjadi supervisor bagi guru yang lain.
  1. Proses sharing of ideas
Sharing of ideas mempunyai arti sebuah proses tukar menukar pandangan tentang suatu obyek yang telah atau sedang dilaksanakan oleh guru sebagai bentuk penilaian mereka terhadap obyek tersebut. Pelaksanaan kegiatan bermanfaat untuk membantu guru dalam pelaksanaan kinerjanyan melalui pengalaman yang dialami oleh guru lain serta untuk mempererat kerjasama dan silaturahmi antar guru. Sharing of ideas dapat dilakukan secara formal maupun informal.
  1. Merancang supervisi klinis
Supervisi klinis merupakan supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajaran. Supervisi klinis dapat dilakukan oleh guru melalui pertemuan-pertemuan yang melibatkan guru. Melalui pertemuan tersebut guru dapat menyusun sebuah keterampilan intelektual kemudian dipelajari lebih mendalam agar kualitas proses pembelajaran dapat diperbaiki dan ditingkatkan dalam rangka peningkatan mutu guru.

2 comments: