Thursday, February 12, 2009

G 30 S / PKI HURU HARA ORDE LAMA



Siapa yang tidak pernah mendengar peristiwa G 30 S / PKI. Peristiwa yang melibatkan salah satu partai dalam pemilu tahun 1955 ini memang sempat menggemparkan pada tahun 1965. Tak tanggung-tanggung korban peristiwa ini mencapai ratusan ribu bahkan jutaan jiwa termasuk 7 perwira tinggi AD yang jenazahnya dibuang di lubang buaya. Setelah dilakukan otopsi, dokter menyatakan bahwa sebelum dibunuh para jendral terlebih dahulu disiksa oleh anggota PKI.

Masih dipertanyakan apakah gerakan ini merupakan sebuah kudeta seperti kejadian tergulingnya penguasa Kamboja Lon Nol oleh Khmer Merah atau hanya sebuah skenario propaganda yang dilakukan oleh orang-orang dibalik peristiwa ini. Salah satu hal yang melatarbelakangi peristiwa ini adalah dampak pelaksanaan Demokrasi Terpimpin oleh Presiden Soekarno. Akibatnya, Indonesia mengalami kemerosotan ekonomi yang sangat parah ditandai dengan inflasi yang mencapai 600% serta dominasi politik oleh orang-orang kuat. Maka, PKI yang telah menduduki posisi keempat dalam pemilu tahun 1955 tidak membuang kesempatan ini. Proses pemberontakan dimulai dengan pidato oleh Untung di RRI, lalu pelaksanaan peristiwa pengkhianatan negara dimulai.

Presiden Soekarno tidak tinggal diam, beliau membentuk Resimen Para Kostrad Angkatan Darat (RPKAD) dibawah pimpinan Letjend Soeharto. Upaya ini terbukti efektif menumpas PKI.

Beberapa versi telah menyebutkan siapa dalang dibalik peristiwa ini. Diantaranya adalah:

1. Orde Baru menyatakan bahwa dalang G 30 S adalah PKI itu sendiri. Dibuktikan dengan keberadaan D. N. Aidit Ketua Komite Sentral PKI di Bandara Halim Perdanakusumah.

2. Cornell Paper, artikel yang ditulis oleh Ben Anderson menyatakan bahwa dalang G 30 S adalah TNI AD. Ben Anderson mempunyai bukti bahwa pelaku dan korban adalah perwira AD.

3. Antonie C. A. Dake menegaskan dalang G 30 S adalah Soekarno. Alasan yang kuat adalah Untung merupakan Komandan Cakrabhirawa yaitu pasukan pengawal presiden.

4. Wertheim menuduh Soeharto sabagai orang yang bertanggung jawab dalam peristiwa ini. Buktinya adalah Untung dan Latief merupakan anak buah Soeharto.

Komunis merupakan bahaya laten yang harus kita waspadai. Walaupun pemerintah telah melarang sistem Komunis berkembang di Indonesia tetapi dalam keadaan yang semakin sulit seperti sekarang apapun bisa berubah.

Tanaman yang tumbuh subur dalam tanah yang gersang adalah KOMUNISME.

1 comment:

  1. koe ngganteni pak kasimen wae le..........
    hahahaha.......

    ReplyDelete